Sabtu, 30 November 2013

[LEKAT] (LEbih deKAT) dengan Pengurus dan Relawan IFL 2013 #LEKAT

@Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar
29 November 2013

Kegiatan kali ini yaitu LEKAT atau bisa dibilang (LEBIH DEKAT) dengan Pengurus IFL dan Valunteers IFL Bali 2013 yang di Inisiasi oleh kak Ria Flora salah satu Anggota Divisi Pengembangan Sumber Daya Masyarakat di IFL Bali. :D

Kegiatan yang perdana dilakukan oleh IFL ini dilaksanakan di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar pada tanggal 29 November 2013. Kegiatan ini meliputi pengenalan Pengurus IFL dan tentunya para volunteer. Seperti nama acara ini “LEKAT”, lebih dekat dengan para volunteer . salah satu acara di kegiatan ini yaitu pemberian info tentang IFL itu sendiri dan terdapat games edukatif yang melatih kekompakan tim. 

Semangat Banget Nih Di Games Untuk Kekompakan Tim :D

Games Sesi Kedua :D
Selain itu di kegiatan kali ini juga terdapat sesi diskusi yang kemudian dari solusi yang ditawarkan bisa menjadi program volunteer selanjutnya untuk diinisiasi dan diimplemntasikan oleh volunteer. 


Suasana Diskusi :)

Acara ini juga diramaikan oleh Organisasi/Komunitas Bali Deaf Comunity yang secara tak langsung juga para pengurus IFL dan volunter belajar bahasa isyarat lebih dekat mengenal dengan Komunitas Bali Deaf Comunity atau yang biasa dikenal dengan BDC.


Kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk mengumpulkan para volunteer yang sudah terdaftar di IFL lalu dipertemukan untuk saling mengenal volunteer yang lainnya secara lebih dekat.

Jumlah volunteer yang hadir dalam acara Lekat berjumlah 4 orang. Tetapi bukan hanya volunteer saja yang hadir, namun teman – teman dari Bali Deaf Comunity juga turut meramaikan acara ini.

Berikut daftar nama volunteer yang terlibat di acara ini :
  • Ni Putu Gita Puspita
  • I Dewa Agung Panji Dwipayana
  • Juang Hudaya
  • Yudha Taufantri
   Dan yang terakhir tentunya ucapan terimakasih kepada pengurus IFL Bali yang telah membantu proses acara LEKAT dan juga pada teman teman Volunteer yang sudah datang.

Foto Bareng di Akhir Acara :D 
Contact Information :
Ria FloraAnggota Divisi Pengembangan Sumber Daya Masyarakat, 085608674327
   

Senin, 11 November 2013

[GAu/L] Gathering Untuk Langgeng 2013 #GAUL

Tanggal 25, 26, 27 Oktober 2013

@Villa Sinta Bedugul,Tabanan Bali

Gau/L itu kegiatan apasih? Bisa disimak nih singkatnya mengenai kegiatan Gau/L ... 

Jadi Gau/L (Gathering Untuk Langgeng) merupakan kegiatan reguler yang dilaksanakan oleh Divisi Komunikasi dan Kerjasama dari IFL Chapter Bali. Kegiatan ini diselenggarakan secara rutin setiap 6 bulan sekali oleh Indonesian Future Leaders Chapter Bali. Dan kali kami mengadakannya di Villa Sinta Bedugul,Tabanan Bali selama tiga hari pada tanggal 25,26,27 Oktober 2013. Jumlah tim dan peserta yang hadir yaitu ada 10 orang nih leaders.. :)

Di dalam sebuah organisasi, tentunya dalam membangun kerjasama antar individu adalah hal yang penting agar visi dan misi dari organisasi tersebut dapat terlaksana dengan baik.


“To collaborative team members, completing one another is more important than competing with one another" 

~John C. Maxwell

Pastinya setiap kegiatan memiliki tujuan dan tujuan dari diadakannya kegiatan kali ini yaitu untuk pengembangan kapasitas dan kapabilitas staff IFL dalam menciptakan program kreatif, ber-organisasi, dan berkomunikasi secara baik dan lebih mengenal lagi pribadi dari masing-masing staff IFL Chapter Bali secara mendalam. :)

Pada kegiatan kali ini kami menghabiskan waktu selama 3 hari dan di hari pertama sesudah makan malam kami melakukan perkenalan diri, cita-cita, dan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh pengurus yang lain. 

Pada hari kedua kami masuk ke sesi presentasi dengan beberapa materi diantaranya materi tentang ‘IFL’ dan ‘Problem Solving Project’ dengan membagi peserta kedalam beberapa tim agar tercipta kerjasama yang baik hingga akhirnya tim tersebut bisa merancang sebuah project berdasarkan isu sosial yang telah disepakati oleh tim. 

Kak Rian lagi ngasih materi "Kreatif" nih :))

Kegiatan dilanjutkan dengan game tebak kepribadian dan ular tangga dengan menjawab pertanyaan seputar IFL dan isu yang berkembang di Bali oleh tim penanya dan jika berhasil menjawab pertanyaan, pemain berhak melempar dadu. 

Sesi Game Hore Komunikasi untuk Saling Mempengaruhi :D

Yang lagi baca puisi kreatif-nya :D

Games Hore Perkenalan Non Verbal :)
Pada malam harinya kami masuk ke sesi diskusi dengan membicarakan rencana strategis IFL, eksekusi program yang dibuat oleh masing-masing tim, dan game tebak kata.

Pada hari ketiga kami kembali ke sesi presentasi dengan materi ‘Organisasi’ dan ‘Komunikasi yang Baik’.


Sesi Presentasi Staff IFL Chapter Bali :)
Terima kasih kepada seluruh staff Villa Sinta Bedugul Tabanan Bali atas kelengkapan fasilitas yang telah disediakan dan Pengurus IFL Chapter Bali yang telah hadir dan membantu kelancaraan kegiatan kali ini. :))

Contact Information :

~Direktur Eksekutif Indonesian Future Leaders Chapter Bali :
Dicky Hartono (085739091990)

~Divisi Komunikasi dan Kerjasama :
Fahri Bakhar (085739250667), Khrisna Kumala (PIC) (085738824877),Fahmi Bakhar (085739358474)

~Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia 
Rian Winardi (085245905754), Suriansyah (085785000060)


Minggu, 10 November 2013

[Kelas Belajar Bebas] #2 Origami, KesPro, Jurnalisme Warga #KBB

Hallo, kali ini IFL akan post kegiatan KBB (Kelas Belajar Bebas) yang sudah dilaksanakan pada Hari Minggu, 10 November tahun 2013 lalu :)

Terinspirasi dari video Akanksha (India) yang membuka kelas pembelajaran di mal, IFL Bali akhirnya menginisiasi Kelas Belajar Bebas sebagai salah satu program kerja terhitung sejak tanggal 2 Mei 2013. Sasaran murid kami adalah masyarakat umum dan kali ini pengajarnya berasal dari kalangan anak muda yaitu pelajar dan mahasiswa jadi dijamin asyik deh kegiatannya...


Bertempat di Lapangan Niti Mandala Renon pada Hari Minggu pagi pukul 07:00 WITA, kami anak-anak IFL Chapter Bali, mengajak adik-adik yang sedang berolah raga pagi untuk berkumpul bersama dan belajar "ORIGAMI" bersama Kakak Ari Astiti dari SMAN 4 Denpasar. 

Ini dia papan KBB untuk menarik minat adik-adik yang melintas agar mau bergabung.

Kegiatan KBB ini merupakan salah satu program bulanan IFL Chapter Bali yang bertujuan untuk memberikan lebih banyak ilmu pengetahuan dalam bentuk apapun kepada siapapun, sehingga siapapun bisa menjadi murid dan siapapun bisa mengajar. Dan satu lagi, karena belajar tidak harus selalu di dalam kelas melainkan bisa dimana saja :)


  Adik-adik ini sedang belajar Origami membuat burung dan hati :)

Tidak hanya pembelajaran untuk anak-anak, IFL Bali juga telah mengajak Kak Nindi selaku perwakilan dari KISARA (Kita Sayang Remaja) untuk membawakan materi yang berjudul "Kesehatan Reproduksi" untuk para orang tua yang sedang menunggui putra putri mereka belajar origami. Jadi Kak Nindi menjelaskan fakta-fakta akan kehidupan remaja pada jaman sekarang dan memberikan beberapa solusi untuk menghindari pergaulan bebas di kalangan para remaja.


Kak Nindi sedang menjelaskan pelajaran "Kesehatan Reproduksi".

Dan untuk para remaja dan mahasiswa, tak perlu kawatir IFL Bali tak lupa juga untuk mengajak Kak Asykur Anam dari Persma Akademika Universitas Udayana dimana Kak Asykur menyampaikan materi mengenai Informasi Warga atau yang lebih dikenal dengan Citizen Journalism. Disini kita bisa berbagi dan mempelajari ilmu jurnalistik dari Kak Asykur dan semua pelajaran yang didapatkan di Kelas Belajar Bebas ini gratis dan tidak dipungut biaya sama sekali.





Kami sedang belajar jurnalistik bersama Kak Asykur :)

Tepat pada pukul 10:00 WITA, kegiatan yang diikuti oleh 44 orang peserta ini pun berakhir. Kami segenap pengurus IFL Bali mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tuhan, para pengajar, dan masyarakat umum yeng telah berpartisipasi dalam kegiatan kami.
"Kakak setiap Hari Minggu ada disini kan?" tanya seorang adik yang sedang belajar origami waktu itu.
Kita akan segera berjumpa lagi di lain waktu ya adik-adik. Sampai jumpa di Kelas Belajar Bebas Bulan Februari nanti ;)

"No one has ever become poor by giving"

Sabtu, 09 November 2013

[Today's To Serve] Rumah Belajar (RUMBEL) Lentera #TTS

Today To Serve di Rumah Belajar Lentera, Gianyar



Minggu, 20 Oktober 2013

#TTS atau Today To Serve salah satu project sosisal dari Indonesian Future Leader Chapter Bali hadir kembali nih pada hari Minggu, tanggal 20 Oktober 2013 dan kali ini bertempat di Rumah Belajar (RUMBEL) Lentera yang terletak di 
Desa Siangan, Kabupaten Gianyar, Bali. 


Oh iya Today To Serve (TTS) sendiri merupakan kegiatan regular dari Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) IFL Chapter Bali yang dilaksanakan minimal satu bulan sekali dalam pelaksanaan kali ini kita mengusung tema kepemimpinan yaitu : "Be #1"

Di Today To Serve kali ini juga terdapat 51 siswa yang kebanyakan bersekolah di SDN 1 dan 3 Siangan, Gianyar. Dan terdapat 5 orang pada tim kegiatan TTS kali  ini yaitu ada kakak "Marjoana Burju Harahap (PIC) terus kak Putrika Santiaji, Clara Lystia, Raka Begawan, dan yang terakhir kak Khrisna Kumala" Oh iya tidak lupa juga nih ada kakak kakak dari IFL Chapter Bali "kak Dicky, Rian, Fahmi, Rai, Ari, Cindra, Lia, dan yang terakhir ada kak Desak" dan 2 Volunteer Indonesian Future Leaders Chapter Bali "kak Willy dan kak Febby"  serta 2 kakak pemimbing dari Rumah Belajar Lentera "Krisna Murti, I Made Adi". 

Sasaran utama TTS kali ini adalah anak – anak bersama komunitasnya. IFL Chapter Bali dalam kesempatan kali ini, mengadakan kegiatan dengan menginisiasi anak – anak dengan berbagai macam pendidikan karakter yang disajikan daam bentuk Games (Outbound sederhana), Materi Pendidikan Karakter, Brainstroming, dan Presentasi.


"Satu hal yang cukup berkesan, anak-anak selalu berani bermimpi tinggi dan selalu ingin mencoba hal-hal baru"

Masa anak – anak adalah masa dimana berbagai macam pendidikan karakter diperkenalkan dan tumbuh. Kepemimpinan adalah salah satu karakter yang penting bagi anak-anak, bagaimana kita dapat menjadi pemimpin di dalam Pekerjaan, Kelompok Masyarakat, ataupun Pemimpin bagi diri sendiri.  

Kegiatan TTS kali ini sendiri dimulai dari kegiatan :

Outbound sederhana terdiri dari 3 pos estafet, dimana anak – anak dibagi dalam 6 Kelompok ( 7 – 10 Anak). Outbound berfungsi sebagai ice breaking, diharapkan setiap team, fasilitator, dan kakak pembimbing dapat memahami arti dari setiap games serta membangun kekompakan, kerjasama. Setiap pesan yang harus disusun dalam setiap games berfungsi sebagai makna awal dari acara TTS Be #1.
Games Outbound Sederhana :)


dan dilanjutkan dengan pemberian atau pemaparan dari kakak kakak IFL yaitu tentang :

Materi Pendidikan Karakter Kepemimpinan yang bertujuan sebagai media penyampaian ide serta diskusi interaktif antara fasilitator, kakak pembimbing , dan anak – anak Rumbel Lentera tentang bagaimana karakter Pemimpin yang seutuhnya.

nah, setelah pemberian materi dari kakak kakak IFL Chapter Bali kegiatan pun dilanjutkan dengan :

Brainstorming bertujuan untuk mengevaluasi materi tentang kepemimpinan yang telah diberikan dan mencoba membangun rencana dalam bentuk tulisan atau gambar menarik untuk diaplikasikan sebagai bentuk cita – cita dan pemahaman diri.

Sesi Brainstorming nih :D
dan yang sesi yang terakhir kegiatan TTS kali ini di isi dengan kegiatan : 

Presentasi untuk mengevaluasi materi yang telah didapatkan selama kegiatan berlangsung, serta memberikan esempatan kepada setiap anak untuk mencoba berani tampil dihadapan teman – teman kelompoknya.


Cerita dari anak-anak mengenai kegiatan ini :D
Pada akhir kegiatan diharapkan setiap anak dapat memiliki pemahaman keberadaan mereka secara sosial ditengah kelompok masyarakat, termasuk posisi mereka dalam program #TTS ini . Serta mengenal proses perjalanan kepemimpinan yang harus ditempuh oleh mereka dalam posisi seorang anak dan mulai merasakan dasar – dasar kemampuan serta hak yang mereka miliki untuk dapat dikembangkan kapasitas dan kapabilitasnya. Sehingga Anak bersama dengan Tim memiliki visi yang sama dalam menjalankan progam ini kedepannya ( Jika Berkelanjutan ) :)

 
Kebersamaan Kak Dicky dengan Timnya lho :D


Kebersamaan Generasi Baru dengan Kak Fahmi dan Kak Willy nih :D

Terimakasih untuk pihak – pihak yang telah membantu proses sehingga kegiatan dapat terlaksana :
  1. Rumah Belajar (Rumbel) Lentera, Desa Siangan, Gianyar
  2. KECAK (Komunitas Cinta Anti Korupsi) Udayana
  3. Earth Hour Bali
      Contact Information :
(PIC) Marjoana Burju Harahap 082146573701, Khrisna Kumala 085738824977,
Putrika Santiaji 083114129745, Clara Lystia 08563993800, Begawan Raka 081933036985
( Staff PSDM dan Staff Komker Indonesian Future Leaders Chapter Bali)



Jumat, 30 Agustus 2013

[IFL Journey] Ruang Baru dalam Sebuah Perjalanan #IFLJourney

Sejak kecil saya adalah tipe anak yang lebih nyaman berdiam di rumah, bepergian seperlunya untuk jalan - jalan ataupun sekolah. Tidak ada organisasi ekternal yang menarik minat untuk bergabung, saat SMP & SMA saya memilih aktif dikegiatan ektrakulikuler sekolah seperti paduan suara, jurnalistik dan pramuka. 3 ekskul yang diikuti pun bukan pilihan pribadi tapi mengikuti kehendak teman. Saya adalah tipikal orang yang sangat pemalu, ada rasa kurang nyaman ketika harus bertemu orang lain, dengan rutinitas dan kepribadian ini saya merasa cukup bosan.

Puncak kebosanan terjadi saat masuk jenjang perkuliahan, rutinitas sama menjadikan saya mahasiswa KUPU - KUPU (kuliah pulang), yang membuat teman dan sahabat saya tidak banyak bertambah. Ketika menjadi salah satu panitia di Dies Natalis, lalu mendapat tugas menjual beberapa tiket konser, disaat bingung harus menjual tiket ini kemana, saya memilih melakukan promosi via SMS kebeberapa kontak yang diperoleh dari kakak. Salah satu tawaran sms ini sampai ke Dicky Hartono, yang saat itu adalah Direktur Eksekutif di IFL Bali, inilah titik awal saya bertemu Indonesian Future Leaders, khususnya chapter Bali.

Berselang beberapa bulan setelah itu, Dicky mengirim SMS yang isinya mengundang saya mengikuti sebuah kegiatan sosial yang disebut #TTS (Today to Serve) di Panti Asuhan Elisama. Saya sangat antusias dan ngobrol banyak dengan Dicky tentang kegiatan ini, Dicky kemudian menyarankan saya hadir langsung dalam rapat persiapan #TTS. Kegiatan pertama dipanti yang berkesan ini, kemudian menjadi pendorong saya mengikutinya untuk kedua kali, ketiga kali.

Beberapa bulan setelah #TTS, IFLBali membuka #ORIFLBali (Rekrutmen Pengurus / Staff), dan secara mengejutkan saya diundang bergabung sebagai salah satu pengurus, yang ada dipikiran saya saat itu bangga, senang bercampur aduk dan tidak sabar terlibat dalam setiap program bersama staff IFL Bali lainnya. Hari itu pun tiba, saya ditantang oleh Dicky untuk membuat sebuah program, kemudian saya menginisiasi kegiatan di Panti Jompo. Awalnya saya bingung dan sempat pesimis tidak akan bisa menjalankan program ini, namun saya terus diyakinkan dan diberi semangat untuk mencoba membuat program tersebut.

Hal pertama yang saya lakukan yaitu mengajak orang terdekat se-visi untuk bergabung, dia adalah Yuli yang saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum IFLBali. Program pertama yang saya dan yuli inisiasi bernama #BerbagiKasih. Semua proses dari mulai persiapan, takut gagal hingga program tersebut sukses dilakukan, kemudian menjadi pemacu semangat  saya dalam menjalankan program - program berikutnya.

Tanpa saya sadari sifat saya yang dulu (egois, pemalu) berubah sedikit demi sedikit. Saya mulai percaya diri, bisa mengalah, bertanggung jawab (insyaallah) dan terpenting saya menemukan keluarga baru yang hebat dan bisa saya banggakan. Setiap makna, setiap pembelajaran yang saya dapatkan melalui keluarga ini tidak akan membuat saya menyesal telah berkomitmen dan membuat keputusan berada disini. Sebuah proses, kepercayaan dan kesuksesan dalam menjalankan program akan selalu ada dalam ingatan saya.

Tanggal 30 Agustus 2013 semua rasa sedih, haru, kesel dan kecewa berkumpul jadi satu. Tanggal tersebut membuat saya terpaksa meninggalkan semua titik nyaman dan keluarga baru saya untuk menempuh studi yang lebih tinggi di luar Bali. Rasanya berat untuk mengundurkan diri dari IFL Bali, keluarga yang mampu memberikan saya perubahan, pengalaman serta sebuah perjalanan yang menarik dan membentuk pribadi saya menjadi seperti ini (percaya diri, semangat dan selalu optimis). Sampai sekarang masih tidak percaya kalau kenyataannya memang langkah saya terhenti disini, namun saya yakin ada langkah baru yang akan saya ciptakan di tempat selanjutnya. Sebuah perjalanan baru juga akan dimulai namun perjalanan sebelumnya tidak akan saya lupakan begitu saja. Terima kasih semua staff IFL Bali, semua pelajaran, kenangan dan semangat kalian yang tak akan pernah pudar.

Saya belajar ketika menemukan titik paling nyaman, membuat kita berkembang, dan keluarga yang mengisi ruang kosong dihari - hari kita, tanpa sadar kita akan berkomitmen untuk bertahan pada titik tersebut. Itulah yang saya alami di IFLBali, tidak ada lelah yang tidak bahagia, atau komitmen yang sia - sia. Saya mendapat kebahagian dan semangat berada diruang ini.

Terima kasih sedalam-dalamnya untuk semua staff IFL Bali kak Fahry, Rian, kak Dicky (yang kemudian jadi teman dekat diskusi saya :D), kak Suri, Yuli, Ika, Cindra, Burju dan Lia, telah membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih juga telah memberikan kenangan yang begitu membekas di hati dan pikiran saya. Air mata perpisahan yang saya keluarkan bukan air mata kesedihan namun air mata kebanggaan, bangga karena sudah menjadi keluarga IFL Bali dan bangga karena saya diterima dalam keluarga tersebut. Semangat terus IFL BALI. Semangat untuk memberdayakan pemuda BALI.

Ditulis oleh Sekretaris Umum IFL Bali 2012 - 2013, Ferina Rahim (@ferinarahim)

Rabu, 28 Agustus 2013

[Parlemen Muda] #RoadshowBali @parlemen_muda Indonesia 2013








#RoadshowBali @parlemen_muda Bali yang terselenggara di Student Center Udayana Sudirman Lantai 4 atas kerjasama IFLBali (sebagai local partner) dengan Inisiatif gerakan Parlemen Muda Indonesia (yang diselenggarakan Indonesian Future Leaders), mengacu pada pilar Advokasi dan Promosi IFL untuk pendidikan politik anak muda Indonesia, khususnya Bali. Di tahun 2012 salah satu Pengurus IFL Bali, Divisi Pengembangan Sumber Daya, Rian Winardi (@rianwinardi) terpilih melalui serangkaian tahap seleksi nasional menjadi Angota Parlemen Muda (APM) untuk wilayah Bali, bersama 33 orang dari perwakilan provinsi di Indonesia mereka kemudian membuat rumusan kebijakan anak muda yang disampaikan pada stakeholder terkait (DPRD). Detail gerakan dan cara berpartisipasi silahkan cek http://parlemenmuda.org

Pra Publication:
Post Publication:
------
“Making a difference” kalimat yang digunakan Ernest Prakasa, seorang stand up comedian, sebagai pesan utama dari sesi Dialog Peka Roadshow Parlemen Muda di Bali Selasa (27/8) lalu. Diskusi yang berdurasi satu jam ini dimoderatori oleh Bli Adi Pratama, ketua Asosisasi Duta Wisata Indonesia.
Untuk membuat perubahan di ranah politik, Ernest memberi dua masukan utama. Pertama, anak muda bisa mulai dengan masuk dalam politik itu sendiri atau bercita-cita sekarang untuk masuk sebagai anggota legislatif (baik DPR maupun DPRD) atau menjadi bagian dari eksekutif seperti menjadi kepala daerah. Masuk politik dengan cara ini dapat membuat perubahan besar, terutama untuk memberi opsi yang lebih baik kepada para pemilih. Kedua, kita dapat membuat perubahan dengan menggunakan hak suara kita dalam pemilu, pilkada, maupun pemilihan legislatif secara bertanggung jawab dengan mencari tahu tentang mereka yang maju menjadi calon presiden-wakil presiden, calon gubernur-wakil gubernur, dan calon anggota legislatif.
“Membuat Indonesia menjadi lebih baik itu mudah”, sebuah pola pikir optimis yang perlu kita kembangkan di kalangan anak muda. Ernest juga mengatakan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan orang pintar, tetapi kita kekurangan orang baik. Diakhir presentasinya, Ernest mengatakan bahwa “jika kamu merasa diri sebagai orang baik, maka kamu memiliki tanggung jawab untuk terlibat (dalam politik)”.
Roadshow Bali, walaupun tidak banyak dihadiri oleh anak muda di Bali, tetapi antusiasme anak muda yang hadir hingga sesi terakhir, Simulasi Putuskan, cukup memukau. Topik yang menjadi fokus dalam pembuatan visi, misi, dan program kampanye mereka adalah “Peningkatakan Usaha Ekonomi Kreatif di Bali”. Dari topik ini, teman-teman dari kelompok tiga membuat program-program yang terkait langsung dengan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan badan legislatif dengan tetap sejalan dengan visi dan misi yang dipaparkan. Di kelompok-kelompok lain, salah satu program yang cukup banyak disebutkan adalah mengenai peningkatan program kredit untuk usaha kreatif di Bali.

Senin, 26 Agustus 2013

[Publikasi] Komunitas - Bali Tribune 28 Agustus 2013


Publikasi Cetak Koran Bali Tribune,
Edisi Kamis, 26 Agustus 2013, Kolom Komunitas Halaman 8 - 9